Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

Wednesday, May 4, 2011

Para Tetangga Mengenang Osama

Para Tetangga Mengenang Osama
 Para Tetangga Mengenang Osama


Sudah sejak lama para tetangga sekitar rumah mewah kediaman sekaligus lokasi persembunyian pentolan Al Qaeda Osama bin Laden merasakan sejumlah kejanggalan.

Tidak hanya bentuk dan arsitektur bangunan yang serba tertutup itu, tetapi juga cara hidup para penghuni yang tertutup dan juga tidak lazim.

Dari beberapa tetangga dan warga sekitar mengaku hanya mengenal satu-dua orang dari sejumlah orang dewasa yang tinggal di dalam rumah Osama tersebut.

Salah satunya pria berpenampilan rapi dan berkumis, berusia sekitar 40 tahun, Arshad Khan. Selain Arshad, juga ada seorang pria lain berusia 30-an tahun bernama Tareq Khan, saudara sepupu Arshad.

Selain kedua pria itu, para tetangga mengaku tahu masih ada tiga perempuan berpakaian burqa dan sembilan anak berusia dua hingga 12 tahun. Banyak tetangga tidak pernah melihat pria bernama Osama bin Laden.

Arshad mengaku bekerja sebagai pedagang emas dan mata uang asing. Namun, di kesempatan lain dia mengaku pemilik salah satu hotel di Dubai, yang diurus pamannya. Arshad mengaku hanya tinggal menerima kiriman uang secara rutin dari hasil keuntungan bisnis hotel itu.

Dari sejumlah gosip dan rumor yang muncul di kalangan tetangga, para penghuni rumah itu juga sempat dicurigai sebagai lokasi persembunyian penyelundup asal Peshawar atau anggota gembong narkotika.

”Rumor semacam itu sempat beredar. Kalau bukan penyelundup, mereka pasti kaya dari bisnis serbuk putih (heroin). Makanya mereka mampu membangun rumah besar dan mewah. Akan tetapi, semua juga tahu, ketika rumor seperti itu muncul, warga memilih membiarkan dan menjauh saja,” ujar Hussain Jaffri, salah seorang warga sekitar.

Anak-anak yang tinggal dan biasa bermain di sekitar rumah persembunyian Osama itu pun juga mengaku merasakan kejanggalan. Nabeel (12), yang biasa bermain kriket di lapangan sekitar rumah mewah misterius itu bersama teman-temannya, juga punya kenangan.

Nabeel bercerita, setiap kali ada salah seorang dari mereka melempar bola hingga masuk ke halaman rumah itu, salah seorang penghuni rumah keluar dan memberi mereka uang sekitar 100-150 rupee untuk membeli bola baru.

Penghuni rumah memang tidak pernah membiarkan orang keluar-masuk dengan bebas ke dalam. Mereka bahkan memasang kamera pengawas di bagian gerbang depan. Seorang penjual susu pun terbiasa meletakkan begitu saja botol-botol susu yang diantarnya di depan rumah untuk kemudian diambil sendiri oleh salah seorang penghuni rumah.

Nabeel juga mengaku merasa aneh melihat sejumlah anak yang tinggal di dalam rumah tidak pernah diperbolehkan keluar dan ikut bermain bersama mereka. Lebih parah lagi, dia mengaku tidak pernah melihat satu pun dari anak-anak itu yang bersekolah.


Keluar tanpa tujuan

Dalam kesempatan terpisah, Mohammed Qasim, putra seorang petani yang tinggal tidak jauh dari rumah itu, menceritakan, setiap pagi para wanita yang tinggal di dalam rumah mewah tersebut keluar membawa anak-anak dengan menggunakan mobil van merah Suzuki keluaran tahun 1987.

”Tidak jelas apakah mereka membawa anak-anak itu untuk bersekolah atau ke tujuan lain. Saya juga hanya mengenal dua orang anak, masing-masing bernama Abdur Rahman dan Khalid, yang berusia enam dan tujuh tahun,” ujar Qasim.

Walau ada banyak kejanggalan, kondisi seperti itu tidak lantas membuat orang melakukan sesuatu untuk mencari kejelasan. Tidak juga para aparat intelijen Pakistan, yang dikenal sangat ditakuti lantaran bisa menangkap dan menahan siapa saja yang dicurigai.

Malahan mantan Presiden Pakistan Pervez Musharraf mengaku, saat masih menjabat dia kerap berjoging melewati kawasan dan rumah tempat persembunyian Osama tadi setiap kali dia tengah berada atau berlibur di kota Abbottabad.

Kota yang berjarak sekitar 60 kilometer arah utara dari ibu kota Pakistan, Islamabad, itu memang dikenal sebagai resor wisata favorit para ekspatriat dan orang kaya di Pakistan. Kota itu juga menjadi tempat Akademi Militer Kakul yang terkenal.

Seperti juga terjadi di Indonesia dalam beberapa kesempatan pasca-penangkapan sejumlah pentolan pelaku teror macam Dr Azhari dan Noordin M Top oleh aparat keamanan, warga sekitar mengaku terkejut. Mereka belakangan mengaku memang ada yang janggal, tetapi tidak melakukan apa-apa. 

(THE TELEGRAPH/THE NEW YORK TIMES/HERALD SCOTLAND/BELFAST TELEGRAPH/AP/REUTERS/DWA)

Sumber: www.kompas.com

Foto Kematian Osama Penuh Tanda Tanya

Osama Bin Laden Wafat

Amerika berbahagia cita dengan wafatnya simbol perlawanan terhadap negara adidaya tersebut, Osama Bin Laden adalah brand image perlawanan terhadap kebijakan amerika dan sekutunya di tanah Arab. Hal-hal yang terkait anti amerika sering dikaitkan dengan pengaruh Al Qaeda nya Osama Bin Laden, mayoritas rakyat amerika merayakan wafatnya osama bin laden dengan versi kebahagiaan.

Terkait benar atau tidaknya pemberitaan ini telah diperkuat oleh beberapa lembaga dengan melakukan tes DNA, hasil tes tersebut menyatakan bahwa jasad tersebut adalah Osama Bin Laden. Namun, beberapa forum pro Al Qaeda diantaranya Shumukh Al Islam masih belum berani memastikan kematian tersebut. Hal ini terbukti dari pengumuman yang dilakukan admin forum pada setiap page untuk menunggu konfirmasi kepastian wafatnya Osama Bin Laden melalui para mujahidin-mujahidin di Afghanistan dan Pakistan, walau demikian usaha admin forum Shumukh Al Islam meredakan kevalidan informasi dari media Amerika, setidaknya sudah ratusan member sudah meneriakkan kecaman, sumpah serapah terhadap Amerika dan Do'a kepada Osama bin Laden.
 
 
Sepintas melihat gambar diatas, beberapa teman-teman yang ahli dalam dunia editing photoshop mengatakan bahwa ada rekayasa terhadap foto. Referensi editing dari foto Osama Bin Laden yang sebelah kiri dimodifikasi seakan-akan kena ledakan.
 
 
Osama Bin Laden merupakan mujahid yang dididik oleh Amerika melalui CIA untuk memata-matai afghanistan waktu perang dingin antara Amerika dan Rusia. Karena karakternya yang loyal terhadap agama itulah membuat dia hengkang dari CIA, akhirnya ia membentuk sebuah komunitas Mujahid yang dikenal dengan Al Qaeda dan berpaling melawan Amerika.

Osama Bin Laden telah membuat Amerika resah, keresahan itu terlihat semasa Presiden Amerika George W. Bush saat itu. Namun, sejak kepemimpinan Goerge W. Bush tidak dapat menorehkan prestasi sebagaimana kepemimpinan Osama Bin Laden. Mulai dari tahap isu kematian Osama Bin Laden hingga ke fakta yang sebenarnya (Osama Benar-benar Wafat). Kematian Osama yang penuh dengan tanda tanya ini masih menjadi bahan diskusi beberapa media, tidak hanya di media yang negaranya mayoritas Muslim saja, tapi juga di beberapa negara minoritas (ref: CNN).

Jika memang Osama Bin Laden benar-benar wafat dalam penyerangan tentara Amerika di kawasan Pakistan, setidaknya semangat perlawanan terhadap penjajahan yang berlandaskan demokrasi masih tetap hidup. Semangat perlawanan tidak hanya simbolisme Osama Bin Laden dan Al Qaedanya saja, tapi semangat itu akan tetap tumbuh dalam sanubari muslim di tanah Arab yang saat ini menjadi korban pemerkosaan hak-hak keagamaannya oleh Amerika Serikat. Kematian Osama tidak akan mengurangi semangat perlawanan, hal ini sebagaimana diungkapkan oleh member forum Shumukh Al Islam yaitu "Singa tetaplah Singa dan akan terus berjuang mengikuti jejak Osama".

Apapun yang telah dilakukan oleh Osama Bin Laden, dia tetap pejuang bagi mereka yang telah dibelanya dan Osama Bin Laden akan tetap disebut teroris oleh para musuhnya.

Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un......


Sumber: hammadbawazir.blogspot.com

Tuesday, May 3, 2011

Bagaimana AS Menemukan Osama di Pakistan

Bagaimana AS Menemukan Osama di Pakistan
Berita Osama Bin Laden Meninggal

 

Osama bin Laden tewas oleh sebuah peluru yang ditembakan oleh seorang personel pasukan khusus AL Amerika Serikat, Navy SEAL.

Pasukan komando AL AS itu melakukan penyergapan dari atas helikopter selama 40 menit terhadap satu komplek bangunan yang dijaga amat ketat yang diyakini sengaja dibangun untuk menyembunyikan pemimpin Alqaeda itu.

Tiga pria lainnya terbunuh dalam apa yang seorang pejabat pemerintahan Obama gambarkan sebagai "serangan pembedahan oleh satu tim kecil yang dirancang untuk meminimalkan dampak kerusakannya".

Dua dari ketiga pria ini diyakini sebagai kurir Alqaeda yang sudah tinggal lama di komplek bangunan itu. Mereka tinggal bersama keluarganya, sedangkan seorang pria lainnya kemungkinan besar putera Osama bin Laden.

Seorang perempuan yang digunakan sebagai tameng hidup oleh salah seorang anggota Alqaeda selama tembak menembak itu, juga terbunuh, sementara dua wanita lainnya terluka.

Satu helikopter yang terlibat dalam penyergapan mengalami kegagalan mesin dan kemudian diledakkan oleh tim pasukan AS.  Tidak ada satu pun awaknya yang tewas atau terluka.

Pemerintah Pakistan sama sekali tak diberi tahu soal penyergapan ini, sampai kemudian operasi itu dinyatakan berakhir.

Rincian penyusunan tim penyergap yang membunuh bin Laen itu sangat dijaga kerahasiaannya, namun dinas intelijen Amerika CIA terlibat sangat dalam dengan perencanaan dan eksekusi serangan.



Para serdadu dari satu unit SEAL --pasukan khusus Angkatan Laut AS yang akronimnya kepanjangan dari Sea, Air, Land-- diyakini menjadi pasukan inti dalam penyergapan itu.

Bangunan yang terletak di Abbotabad yang jauhnya sekitar 35 mil dari Islamabad, dibangun pada 2005 dan pernah menjadi kediaman keluarga Osama bin Laden selama beberapa waktu. Dibutuhkan beberapa tahun untuk menjejak bangunan tersebut.

Awalnya, CIA hanya tahu seorang pria yang diyakini sebagai kurir terpercaya dari bin Laden. Perlu waktu empat tahun untuk mengetahui identitas sebenarnya pria ini dan dua tahun lalu tempat-tempat di Pakistan yang sering dikunjungi lelaki ini berhasil dilacak.

Terobosan penting terjadi pada akhir Agustus lalu manakala bangunan di mana sang kurir tinggal bersama saudara lelakinya yang juga seorang kurir, berhasil dilacak.  Presiden Barack Obama kemudian segera diberi tahu.

Komplek bangunan itu terletak di wilayah elite di Abbotabad di mana banyak purnawirawan militer Pakistan tinggal. Komplek bangunan itu ada di area terpencil di ujung jalan berdebu, namun di dekatnya berjejer banyak rumah mewah lainnya.

Luas bangunan di mana Osama disergap itu delapan kali lebih besar dibandingkan rumah-rumah mewah di sekitar situ.  Bangunan ini dijaga oleh dua pos keamanan dan tembok setinggi 18 kaki.

Inti bangunan bertingkat tiga di kompleks rumah tinggal mewah itu memiliki teras yang tersembunyi oleh dinding setinggi 7 kaki. Banyak bagian dari gedung ini ditutupi oleh dinding-dinding dalam gedung.

Kendati nilai dari kompleks bangunan mewah itu diperkirakan mencapai 1 juta dolar AS (sekitar Rp9,8 miliar), tak pernah diketahui dari mana sumber keuangan kedua kurir Alqaeda itu.  Di komplek bangunan itu juga tidak ada telepon, apalagi internet.

Dan tidak seperti tetangga-tetangganya, para penghuni kompleks bangunan mewah itu selalu membakar sampah-sampah mereka.

Dinas intelijen Amerika yang terlibat memata-matai bangunan itu adalah CIA, Badan Keamanan Nasional (NSA) dan Badan Geospasial Nasional (NGA). Akhirnya, disimpulkan bahwa keluarga ketiga yang tinggal di komplek bangunan itu adalah keluarga bin Laden, termasuk sang pemimpin Alqaeda itu dan istri mudanya.

Serangan diam-diam ke kompleks bangunan mewah itu dilakukan demi mempertimbangkan kekhawatiran bakal ikut membunuh sejumlah besar warga Pakistan yang tinggal dekat rumah besar tersebut.

Namun, Obama baru memberikan otorisasi serangan pada Jumat lalu kepada serangan via helikopter yang amat berisiko yang dilakukan Senin dini hari waktu Pakistan.

Sumber: www.republika.co.id

Osama bin Laden Ternyata Fans Fanatik Arsenal

Osama bin Laden Ternyata Fans Fanatik Arsenal
Osama bin Laden


Osama bin Laden memang tengah menjadi pusat pemberitaan dunia paska kematiannya di tangan serdadu Amerika Serikat. Nama klub London, Arsenal, secara mengejutkan pun terbawa-bawa kabar kematian pimpinan Al Qaeda yang diduga keras mendalangi peristiwa serangan 9/11.
Dikutip dari Scotsman, Osama bin Laden semasa tinggal di London pada tahun 1990-an itu disebut-sebut merupakan salah satu Gooners atau pendukung setia Arsenal. Osama kerap menonton pertandingan Young Gunners di stadion Highbury yang menjadi kandang Arsenal saat itu. Bahkan ketika Arsenal menjuarai Piala Winners pada 1993-1994, Osama disinyalir berada di kerumunan para pendukung Arsenal ketika mengalahkan Torino di semifinal dan Parma di partai final.

Kecintaan Osama pada Arsenal juga terungkap dalam biografi Osama yang berjudul "Behind The Mask of Terror" yang dibuat oleh Adam Robinson. Buku tersebut menyebutkan bahwa Osama adalah seorang fans sejati Arsenal. Dalam buku tersebut, Osama disebutkan kerap mampir ke sebuah toko aksesoris Arsenal dan membeli sebuah kostum replika milik Ian Wright yang merupakan salah satu pemain favoritnya.

Seolah enggan dikaitkan dengan tokoh yang disebut-sebut terorisme, pihak Arsenal kala itu kabarnya segera memberlakukan larangan bagi Osama untuk mengunjungi stadion Arsenal. Penjagaan ketat melebihi biasanya pun segera dilakukan manajemen Gunners menyusul berita kematian Osama.

Sumber: www.republika.co.id

Kronologi Operasi Militer TNI di Somalia

http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Kapal-MV-Sinar-Kudus.jpg


Kapal MV Sinar Kudus berhasil dibebaskan setelah PT Samudera Indonesia membayar tebusan pada para perompak. TNI sebenarnya telah mengirim pasukan khusus ke perairan Somalia, namun pasukan ini batal beraksi dengan alasan keselamatan para sandera.

"Kita sudah mengirimkan pasukan elit kita. Ada dari Kopassus, Marinir dan Kostrad. Ada 800 orang yang dikirim, pasukan khusus ada 300 orang," ujar Kapuspen TNI, Laksamana Muda, Iskandar Sitompul dalam jumpa pers bersama PT Samudera Indonesia (PT) di Kantor PT SI, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (1/5/2011).

Berikut kronologi sepak terjang pasukan khusus TNI yang batal beraksi di Somalia. 

16 Maret 2011 pukul 14.49 WIB, Kapal MV Sinar Kudus dibajak di Somalia

18 Maret 2011, Presiden RI memimpin rapat kabinet terbatas membahas langkah-langkah menangani pembajakan kapal MV Sinar Kudus. Selanjutnya menentukan berbagai opsi (negosiasi, operasi militer, negosiasi bersama operasi militer).

23 Maret pukul 18.00 WIB, KRI Abdul Hakim Perdanakusuman dan KRI Yos Sudarso diberangkatkan sebagai satuan tugas Duta Samudra I/2011 dari Kolinlamil Tanjung Priok.

25 Maret pukul 10.00 WIB, Satgas DS I/2011 merapat di Pelabuhan Teluk Bayur Padang untuk mengisi ulang perbekalan dan kemudian pukul 11.45 WIB berangkat menuju Colombo.

29 Maret pukul 07.20 waktu setempat, Satgas DS I/2011 tiba di Pelabuhan Colombo untuk melaksanakan bekal ulang. Pada pukul 11.45 waktu setempat, pesawat Boeing 737 TNI AU mendarat di Colombo membawa pasukan Taifib Marinir TNI AL dan Kopassus TNI AD.

30 Maret pukul 07.25 waktu setempat, Satgas DS I/2011 menuju ke daerah operasi di perairan Somalia.

5 April pukul 06.00 waktu setempat, Satgas DS I/2011, tiba di perairan Somalia untuk pengumpulan data-data yang diperlukan untuk kegiatan operasi berikutnya.

25 April pukul 10.30 waktu setempat, Satgas DS I/2011 tiba di Pelabuhan Salalah (Oman) untuk melaksanakan bekal ulang.

26 April Satgas menuju daerah operasi.

1 Mei pukul 06.00 waktu setempat, Satgas DS I/2011 berada di perairan Somalia berjarak 15 Nm dari KM Sinar Kudus, siaga mengikuti perkembangan proses negosiasi dan diplomasi untuk pembayaran tebusan.

Tugas TNI berikutnya adalah mengawal Kapal Sinar Kudus ke Wa Salala (Oman)

Sumber: detik.com

Monday, May 2, 2011

Osama Bin Laden


Osama bin Laden dan tangan kanannya Ayman Alzawahiri (Reuters)
 
Demi menantang Amerika Serikat yang dianggapnya 'kafir', Osama bin Laden mendalangi serangan-serangan militan yang paling mematikan dalam sejarah yang pada gilirannya memantik kemarahan dan aliansi global untuk mengobarkan perang demi nyawanya.

Pria yang berada di belakang serangan bunuh diri 11 September 2001 atas New York yang baru saja dilaporkan tewas oleh pejabat AS Minggu waktu AS, adalah musuh bebuyutan mantan Presiden AS, George W Bush yang pernah bersumpah akan menangkapnya hidup atau mati.

Bin Laden yang juga menyerang penerus Bush, Barrack Obama, menolak awal baru dengan dunia Islam yang ditawarkan Presiden AS berdarah Afrika itu dan menanggap pidatonya dengan menyebarkan 'benih-benih kebencian dan balas dendam terhadap Amerika'.

Selama ini dia diyakini bersembunyi di Pakistan, di gua-gua pegunungan atau bahkan di perkotaan yang ramai. Menjelang ajalnya, Bin Laden diyakini mulai kehilangan kendali atas operasi Alqaeda di Afghanistan karena terus ditekan militer AS.

Alqaeda sendiri telah berkembang di Yaman, Irak, hingga Afrika Utara dan mengilhami serangan mematikan mulai Bali, Inggris, sampai AS di mana pada desember 2009 seorang bocah Nigeria berusaha meledakkan sebuah pesawat yang sedang menuju Detroit dengan sebuah bom yang disembunyikan di selangkangannya.

Meski tetap menjadi tokoh utama Alqaeda, bin Laden telah mengubah pola kepemimpinannya, dari sebuah organisasi militer menjadi corong propaganda yang menghasut kelompok-kelompok tertentu untuk menyerang target-target Barat.

Berjenggot panjang dengan ekspresi wajah yang sayu, bin Laden menjadi salah satu orang yang paling gampang dikenali di Bumi. Untuk kepalanya, AS menawarkan hadiah 25 juta dollar.

Para pejabat AS mengatakan mereka telah menyimpan jenazah bin Laden dan sekaligus mengumumkan berakhirnya perburuan terbesar dalam sejarah yang melibatkan ribuan tentara AS dan puluhan ribu pasukan Pakistan di sepanjang pegunungan perbatasan dengan Afghanistan.

Tetapi, terlepas dari berbagai penilaian terhadap Bin Laden yang dikutuk sebagai teroris, pembantai masal, sekaligus pahlawan, dia harus diakui telah mengubah alur sejarah.



Perang Asimetris

AS dan sekutunya yang telah menuliskan kembali doktrin keamanannya, berusaha menyesuaikan diri dengan pendekatan baru dalam keamanan.

AS harus berubah dari gaya keamanan yang mengantisipasi konflik antarnegara ala Perang Dingin menjadi bentuk perang baru yang disebut 'perang asimetris' lintas negara melawan kelompok-kelompok kecil militan Islam.

Senjata Alqaeda bukan tank, kapal selam, atau kapal induk, melainkan alat-alat yang gampang ditemukan dalam kehidupan modern seperti internet yang digunakan untuk menyebarkan propaganda, pelatihan, dan rekrutmen.

Tetapi bagi bin Laden sendiri senjata yang paling fenomenal adalah penggunaan 19 pembajak pesawat yang kemudian mengubah pesawat penumpang yang mereka bajak menjadi peluru kendali yang menghantam gedung WTC dan Pentagon yang menjadi simbol ekonomi dan militer AS.

Hampir 3.000 orang tewas ketika dua pesawat menghantam WTC di New York, pesawat ketiga menghantam Pentagon, sementara pesawat keempat jatuh di wilayah pemukiman Pennsylvania setelah para penumpang dengan gagah berani melawan para pembajak.

"Amerika telah dihantam oleh Allah tepat pada salah satu organnya yang paling penting," kata bin Laden dalam sebuah pernyataan, satu bulan setelah serangan 11 September. Ia mengajak kaum muslim untuk bangkit dan bergabung dalam perang global antara "kaum beriman melawan kaum kafir".

Dalam pesan video dan suara, tujuh tahun setelah serangan itu, pemimpin Aqaeda itu terus memojokkan Washington dan para sekutunya.

Perdebatan tentang dia mewarnai semua topik dari Perang Irak hingga politik dalam negeri AS, dari krisis perumahan AS hingga perubahan iklim.

Akan tetapi selama hampir tiga tahun jarang antara rilis pesan videonya dengan pembuatannya membangkitkan spekulasi bahwa dia telah sekarat akibat penyakit ginjal atau bahkan tewas, tetapi pada September 2007 bin Laden tampil di layar kaca dan mengatakan bahwa AS adalah negara yang rentan terhadap serangan.

 


Putera Milyuner

Lahir di Arab Saudi pada 1957, bin Laden adalah salah seorang dari 50 putera-puteri Mohamed bin Laden, seorang pengusaha kaya di negara kaya minyak itu.

Ayahnya meninggal dalam kecelakaan pesawat ketika Osama masih kecil. Kecelakaan itu tampaknya terjadi karena kelalaian sang pilot berkewarganegaraan AS.

Osama pertama kali menikah dengan sepupunya asal Suriah pada usia 17 tahun. Ia mempunyai 17 anak dari lima perempuan yang dinikahinya.

Menjadi bagian dari keluarga pebisnis kontruksi perminyakan, Osama adalah bocah pemalu dan anak biasa yang meraih gelar di bidang teknik sipil.

Pada 1979 dia pergi ke Pakistan untuk ikut berperang melawan Uni Soviet yang menginvasi Afghanistan. Ia mengumpulkan dana di kampung halamannya sebelum berangkat bertempur di garis depan Afghanistan dan membangun kamp militer di sana.

Menurut beberapa akuntan, ia membantu mendirikan Alqaeda di di hari-hari terakhir Soviet di Afghanistan.  Steve Coll dalam bukunya 'The Bin Ladens" menulis bahwa tewasnya Salem, saudara tiri Osama, merupakan faktor penting dalam proses radikalisasi Osama.

Bin Laden mengutuk keberadaan tentara AS di Arab Saudi yang dikirim untuk mengusir Irak dari Kuwait setelah tahun 1990.

Menurut Osama, masyarakat Islam adalah korban terorisme global yang dimotori AS.  Ia mengajak para pejuang untuk melawan AS.



 

Jejak Aqaeda

Alqaeda memulai serangannya pada 1993 dengan membom WTC dan membunuh enam orang.  Serangan itu untuk pertama kali memantik isu ektrimis Islam di AS.

Bin Laden juga diduga menjadi aktor utama di belakang serangan bom terhadap tentara AS di Arab Saudi pada 1995 dan 1996 serta pemboman atas Kedutaan AS di Kenya dan Tanzania pada 1998 dan membunuh 224 orang.

Pada Oktober 2000 sebuah serangan bom bunuh diri yang diduga dilakukan Alqaeda menghantam kapal perang USS Cole di Yaman sehingga membunuh 17 pelaut AS.

Tidak diakui oleh keluarganya dan status kewarganegaraanya dicabut oleh Arab Saudi, membuatnya harus mengungsi ke Sudan pada 1991. Belakangan ia melarikan diri ke Afghanistan sebelum Taliban menguasai Kabul pada 1996.

Dengan harta kekayaanya, kemurahan hati, serta ideologi radikal yang sama, bin Laden dengan serta merta disambut hangat oleh Taliban.

Dari Afghanistan, bin Laden mengeluarkan fatwa serangan terhadap tentara AS dan menjalankan kamp pelatihan militer.

Ia merekrut pejuang dari Asia Tenggara, Selatan, dan Tengah serta bahkan Eropa yang punya kebencian sama terhadap AS, Israel, serta berbagai negara muslim moderat.

Mereka ingin mengembangkan ajaran Islam yang lebih fundamentalis.

Setelah serangan atas dua keduataan besar AS di Afrika pada 1998, AS mengirim belasan peluru kendali ke Afghanistan untuk menyasar kamp pelatihan militer Alqaeda.

Taliban akhirnya dipaksa membayar mahal setelah 11 September karena AS melancarkan operasi militer dan menguasai Afghanistan.

 


Tora Bora

Alqaeda kemudian semakin rapuh setelah banyak pejuangnnya tewas atau tertangkap.

Menurut beberapa laporan, ia hampir tewas oleh serangan bom besar-besaran AS di kawasan pegunungan Tora Bora tetapi lolos ke Pakistan.

Namun Perang Irak yang dimulai pada 2003 memberi angin surga bagi Osama yang mendapat banyak pejuang baru yang meanggap serangan AS ke Irak adalah serangan terhadap  komunitas Islam secara keseluruhan.

Meski berada dalam perlindungan Taliban di barat laut Pakistan, bin Laden ternyata membangun hubungan dengan para militan di Asia Selatan dan mendukung revolusi berdarah melawan pemerintah di Islamabad.

Liberty Jemadu

Editor: Jafar M Sidik
Sumber: www.antaranews.com

Saturday, April 30, 2011

Politisi Kutu Loncat: Partai Saja di Khianati, Apalagi Rakyat?

Dalam beberapa pekan terakhir, salah satu berita yang menghiasi media Indonesia adalah berita mengenai perpindahan politisi dari sebuah partai ke partai lain. Cenderung perpindahan terjadi dari partai yang lebih kecil ke partai yang besar, atau dalam bahasa politisnya : dari partai yang sedikit suaranya ke partai yang memiliki kesempatan lebih besar untuk memenangi sebuah pemilihan kepala pemerintah.

Fenomena ini seakan menjadi trend tersendiri bagi seorang Kepala Daerah untuk mempertahankan kekuasaan dan mematiskan diri dapat menjadi Kepala Daerah di periode selanjutnya, dan bagi seorang yang berniat menjadi Kepala Daerah tetapi saat ini masih bercokol di sebuah partai yang memiliki suara sedikit disebuah daerah.

Apakah ada yang salah dengan fenomena politisi kutu loncat ?

Bila dilihat dari strategi politik yang pragmatis dan opurtunis, perpindahan seorang kader partai ke partai lain adalah hal yang lumrah, dan diperbolehkan. Namun apakah wajar dan beretika ? ini yang tentu menjadi sebuah sorotan bagi publik tentang kepindahan politisi ke partai lain.

Kutu loncat ini memberikan beberapa dampak bagi partai yang ditinggalkan antara lain; (1) kehilangan seorang kader yang telah dibesarkan dan diberikan berbagai kesempatan untuk menduduki sebuah jabatan ; (2) dipertanyakannya pola kaderisasi partai hingga ada seorang kadernya yang "berkhianat" dan tidak menjiwai idealisme partai sehingga dengan mudah pindah partai.

Adapun dampak bagi partai baru seorang kutu loncat adalah ; (1) rusaknya sistem kaderisasi partai, karena seorang bisa menduduki sebuah posisi tanpa melewati jenjang kaderisasi yang ada ; (2) kecemburuan politik terhadap kader yang telah lama membesarkan partai ; (3) mendapatkan amunisi tokoh baru untuk melancarkan pemenangan Kepala Daerah.

Pengamat politik di Indonesia mengatakan bahwa fenomena kutu loncat adalah sebuah fenomena simbiosis mutualisme. Sebuah fenomena yang sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak. Akan tetapi, menjadi sebuah pertanyaan besar, akan seperti apa sebuah daerah, bila seorang kutu loncat yang memimpin daerah tersebut?

Dengan asumsi bahwa seorang akan memimpin sesuai dengan karakter yang ia miliki, maka setidaknya ada empat hal yang mungkin terjadi pada sebuah daerah bila seorang kutu loncat yang memimpin.

1. Miskin Ideologi. Tak bisa di pungkiri bahwa ideologi adalah landasan berpikir, bertindak, memandang dan memutuskan dari seorang pribadi. Bila seseorang tidak memiliki ideologi, akan sangat mudah baginya untuk digoyang atau tidak konsisten akan kebijakannya.

Seorang yang tidak memiliki landasan memimpin yang kuat akan tidak memiliki arah yang jelas dalam kepemimpinannya. Ibarat seorang nakhoda kapal, ideologi adalah peta dan kompas.

Sebuah daerah yang dipimpin oleh seorang yang tidak memiliki ideologi mengalami sebuah diskonsistensi arah pembangunan. Sehingga daerah tersebut dijalankan tanpa adanya roadmap yang jelas. Sangat mudah bagi seorang pemimpin yang tidak memiliki ideologi untuk dipengaruhi oleh berbagai pihak yang tidak bertanggung jawab, termasuk pihak asing.

Seorang pengamat pernah mengatakan bahwa ideologi yang dipegang oleh seorang kutu loncat adalah "orientasi kekuasaan", sehingga bisa di prediksikan bahwa skema pembangunan pencitraan akan menjadi ujung tombak pembangunan.

2. Tidak menghargai proses. Indikasi dari seorang kutu loncat adalah tidak menghargainya sebuah proses, termasuk didalamnya proses kaderisasi, atau jika di transformasikan dalam bahasa pembangunan maka terminologi yang paling tepat adalah tidak menghargai proses pembangunan dari bawah (bahasa : rakyat).

Bila merujuk pada semangat pembangunan Pancasila yang berpihak kepada rakyat, seorang kutu loncat kemungkinan tidak menghargai proses perjuangan rakyat membangun usaha dari kecil hingga mapan.

Orientasi pada mempertahankan kekuasaan dapat mendorong seorang kutu loncat untuk lebih memilih bekerjasama dengan pihak investor asing untuk mendapatkan hasil pembangunan secara cepat.

3. Mudah Berkhianat. Seorang di beri gelar kutu loncat bila ia sudah dibesarkan oleh sebuah partai, diberikan berbagai fasilitas dan bahkan jabatan strategis, namun ia memilih meninggalkan partainya atau berkhianat dari partainya untuk mencapai sebuah tangga keberhasilan yang lebih tinggi.

Menurut orang bijak, tidak ada yang lebih penting dalam dunia politik selain dari INTEGRITAS. Sebuah kata yang menggambarkan keloyalan dan kesetiaan, serta kejujuran dan keberanian seorang politisi. Seorang kutu loncat yang begitu mudahnya berkhianat dari sebuah keluarga (baca: partai) yang telah membesarkannya adalah sebuah indikasi ia tidak memiliki INTEGRITAS.

Sederhana saja hipotesa yang terbentuk, "apabila partai politik yang membesarkanya saja dengan mudah ia khianati, apalagi rakyat? bisa jadi ia akan lebih dengan mudah mengkhianati amanah rakyat".

Sebagai seorang warga negara saya akan sangat khawatir bila negara atau sebuah daerah di pimpin oleh seorang kutu loncat. Seorang yang hanya mengedepankan kekuasaan dan meninggalkan intergritas, proses, dan idealismenya.

Mengutip lirik lagu sebuah band nasional, "MAU DI BAWA KEMANA NEGERI INI BILA DIPIMPIN KUTU LONCAT?"

Ridwansyah Yusuf Achmad
Direktur Institut of Nation Sovereignty. Presiden KM ITB 2009-2010/BEM Seluruh Indonesia 2009

www.detik.com

Thursday, April 21, 2011

Kutu Loncat Serbu Demokrat(3)

Fenomena Kutu Loncat Diklaim Sebagai Tangan Tuhan
 
 
Fenomena Kutu Loncat Diklaim Sebagai Tangan Tuhan 
 
Politisi ramai-ramai menyeberang ke PD. Bahkan PD mengklaim ada puluhan kepala daerah dari parpol lain yang melompat pagar ke partai berslogan 'lanjutkan' ini. Mengapa PD menjadi incaran para kutu loncat?

Pesona PD membuka mata banyak politisi setelah Pemilu 2009. Setelah partai besutan Presiden SBY ini memenangi pemilu banyak orang melihat PD merupakan partai masa depan. PD dianggap memiliki potensi besar untuk terus memenangi pemilu selanjutnya.

Setidaknya ada dua alasan mengapa PD menjadi incaran kutu loncat. Pertama, PD dianggap bisa menjadi kendaraan politik bagi politisi yang ingin karirnya tetap eksis ataupun yang mengincar kekuasaan. Kedua, PD dianggap bisa menjadi tempat berlindung dari kasus hukum.

Seperti diketahui, saat ini ada aturan parliamentary threshold yang mengancam partai-partai kecil meskipun sudah berhasil mengantarkan kadernya menjadi pejabat eksekutif ataupun anggota legislatif. Ancaman parliamentary threshold ini membuat politisi berpikir ulang untuk terus bertahan di partainya.

Menuruti pragmatisme, politisi ini lantas mengincar parpol yang bisa ditempati dan menolongnya untuk tetap berkarir di dunia politik. Dalam kasus ini misalnya yang dilakukan oleh Gubernur NTB Zainul Majdi, alias Tuan Guru Bajang. Sebelumnya Zainul adalah Ketua DPD Partai Bulan Bintang (PBB).

Saat ini PBB bisa dibilang bagaikan perahu yang akan karam. Sebab setelah tidak lolos ambang batas parlemen di Pemilu 2009, banyak kadernya yang sudah mencari selamat. Tujuan demi karir politik juga dilakoni Dede Yusuf. Bedanya, Dede mengincar jabatan yang lebih tinggi, sementara ia tidak yakin PAN, partai lamanya mampu mewujudkan ambisi Dede.

Juru bicara PD Ruhut Sitompul menganggap tujuan mempertahankan karier politik para kutu loncat sebagai hal yang wajar. Menurut Ruhut, kepala daerah yang punya niat pindah ke PD untuk sekadar mempertahankan jabatan atau menaikan jabatan merupakan dinamika dalam demokrasi.

"Itu wajar kalau ada gubernur yang ingin dipilih kembali atau wakil gubernur yang ingin jadi gubernur kemudian gabung dengan PD. Itu bagian dari demokrasi," ujar Ruhut saat berbincang-bincang dengan detikcom.

Ruhut menyebut saat ini paling tidak ada puluhan kepala daerah yang sebelumnya diusung partai lain yang pindah ke PD. Bahkan, kata Ruhut, beberapa kepala daerah yang menyeberang kemudian menduduki posisi strategis di PD.

Ruhut mencontohkan, Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang, yang pindah dari PDIP ke PD setahun lalu. Setelah sukses menjadi gubernur Sulut untuk kali kedua pada pilkada 2010 lalu, Sinyo dalam kongres PD di Bandung, dipilih sebagai anggota Dewan Pembina PD.

"Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Pak Foke dulu kan orang Golkar. Tapi sekarang begitu ingin maju lagi masuk ke PD. Sekarang beliau jadi anggota Dewan Pembina PD," terang Ruhut.

Selain demi karier politik, alasan lain para kutu loncat memilih PD adalah untuk cari selamat dari jerat hukum. Ini biasanya dilakukan kepala daerah atau anggota legislatif yang terkena kasus hukum. Hal ini karena dalam masalah penegakan hukum, pemerintah masih terkesan tebang pilih.

Sudah menjadi rahasia umum Kepala daerah yang bukan berasal dari PD demikian cepatnya diproses ketika mereka terbukti melanggar hukum, namun kepala daerah yang berafiliasi atau kader PD yang melanggar hukum, prosesnya demikian lambannya bahkan ada yang dibebaskan.

"Motif kutu loncat ini jelas mencari keuntungan besar. Misalnya karena dia akan mendapatkan jaminan tertentu, entah itu persoalan hukum dan politis lainnya, seperti ingin mendapatkan peluang dipilih lagi dalam pemilu berikutnya," analisa pengamat filsafat politik UI Rocky Gerung.

PD menyambut gembira para kutu loncat ini. Parpol besutan SBY justru bangga menjadi incaran politisi parpol lain. Anggota Dewan Pembina PD Ahmad Mubarok misalnya mengibaratkan partainya saat ini sebagai gadis cantik yang sedang jadi rebutan.

Padahal masuknya politisi partai lain ke PD bukan tanpa risiko. Pengamat politik UI Prof Maswadi Rauf menilai aksi kutu loncat ini bisa menyebabkan disharmoni di internal PD. Kehadiran kutu loncat ini bisa menghambat regenerasi kader yang sudah berjuang keras di PD. 

"Ini memang fenomena aneh dalam politik kita. Masak partai boleh merangkul orang luar yang bukan kader murni. Dan mereka langsung diberi posisi strategis di partai," kritik Maswadi.

Aksi para politisi kutu loncat mengakibatkan tidak adanya loyalitas kepada setiap partai yang didudukinya. Cara ini dianggap Maswadi sebagai kekeliruan besar dari sebuah partai. Hal ini akan menimbulkan kecemburuan dari kader-kader partai yang sudah banting tulang tapi justru terhambat oleh kader partai lain yang masuk belakangan.

PD bukannya tidak menyadari risiko masuknya para kutu loncat. Ruhut misalnya mengakui sudah muncul kecemburuan kader PD. Politisi yang juga aktif main film ini mengaku sering mendapat keluhan dari kader-kader PD di akar rumput. Mereka banyak yang menanyakan nasib kariernya di PD.

"Kader akar rumput memang banyak yang mengeluh dan komplain ke saya, mereka tanya nasib saya gimana bang," jelas Ruhut.

Namun komplain kader dianggap bukan masalah besar. PD sudah menyiapkan senjata untuk penjelasan. Kepada para kader kembali diingatkan soal pernyataan SBY bahwa PD merupakan partai terbuka. Ruhut juga memastikan kecemburuan kader PD bisa diatasi.

Kader diminta memahami sejumlah langkah ditempuh demi tujuan 2014. PD punya tujuan di 2014 suara dukungan untuk partai bisa melonjak paling tidak di atas 30 %. "Saya kira kader-kader akan memahami kalau masuknya kader atau tokoh dari partai lain demi kebesaran partai," ucap Ruhut.

Namun Ruhut membantah banyaknya kutu loncat ke PD merupakan bagian hidden agenda untuk pemenangan Pemilu 2014. Ia juga membantah PD sengaja ingin menggembosi partai-partai lain. "Masuknya mereka secara sukarela. Ini tangan Tuhan namanya," kata Ruhut.


Deden Gunawan,M. Rizal - detikNews

Kutu Loncat Serbu Demokrat (2)

Malin Kundang Berebut Si Cantik


Malin Kundang Berebut Si Cantik  

PD tampaknya begitu menggiurkan bagi sejumlah politisi. Terutama mereka yang yang kini duduk di jabatan strategis. Betapa tidak, sejumlah kepala daerah yang sebelumnya diusung oleh partai lain, kini lompat pagar ke partai besutan Presiden SBY itu.

Sebut saja Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zainul Majdi, alias Tuan Guru Bajang, yang belum lama ini pindah ke PD. Sebelumnya Zainul adalah Ketua DPD Partai Bulan Bintang (PBB). Kepindahan Zainul juga diikuti Syamsul Luthfi, Wakil Bupati Lombok Timur, yang sebelumnya menjabat Ketua DPC PBB Lombok Timur.

Selain Zainul dan Syamsudin, yang juga heboh adalah kepindahan Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf. Mantan anggota DPR dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini pekan lalu diketahui lompat ke PD. Bahkan Dede dikabarkan sudah dipersiapkan untuk menjabat Ketua DPD PD.

Aksi lompat pagar ini tentu saja menjadi buah bibir. Pasalnya, mereka dianggap tidak loyal dan tidak menghargai partai yang telah mengantarkan mereka ke kursi pimpinan daerah.

Kepindahan kader-keder potensial tersebut tentu saja sangat disesalkan partai asal mereka. Sebab bukan tidak mungkin kader-kader yang 'membelot' tersebut bisa menggembosi partai sebelumnya. Penggembosan ini misalnya sudah terbukti dalam kasus loncatnya Zainul. Para pengikut Zainul ikut berbondong-bondong mencontoh langkah sang gubernur.

"Saat ini banyak kader PBB di NTB yang ikut langkah Pak Zainul pindah ke PD. Saya sendiri pindah karena ikut Pak Zainul," ungkap Wakil Bupati Lombok Timur Syamsul Lutfi saat berbincang-bincang dengan detikcom.

Meski pindah ke lain partai, Syamsudin menampik jika dianggap hanya ingin cari selamat. Dia berkilah perpindahannya untuk kepentingan rakyat, terutama yang ada di wilayahnya. "Kami pindah partai bukan untuk kepentingan politik 2013 (Pilkada Lombok Timur) atau Pemilu 2014. Tapi semata untuk kepentingan rakyat," ujar Syamsul.

Syamsul juga tidak gusar bila dicap sebagai politisi kutu loncat. Apalagi saat ini PBB bisa dibilang bagaikan perahu yang akan karam. Sebab setelah tidak lolos ambang batas parlemen di Pemilu 2009, banyak kadernya yang sudah mencari selamat.

Di PBB, Syamsul sudah menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Namun ia berkilah sebenarnya ia hanya simpatisan PBB. Aktivitas sejatinya Syamsul bergiat di Ormas Nahdlatul Waton (NW), yang dipimpin Zainul. "Sebagai ormas, NW tak berafiliasi ke partai politik manapun. Sama seperti NU atau Muhammadiyah," elaknya.

Ambisi pada kekuasaan juga melatarbelakangi pindahnya Dede ke PD. Hingga kini Dede memang tetap merahasiakan alasan lompat pagarnya. Namun Ketua Umum PAN Hatta Rajasa membocorkan wakil gubernur Jabar itu ingin naik jabatan menjadi gubernur.

Dede sudah meminta izin Hatta, dan ketua umum PAN itu pun memberikan restunya. "Tadi (Dede) sudah minta waktu kepada saya. Dia mengatakan ingin jadi gubernur. Untuk itu dia memerlukan partai yang lebih besar. Saya mengatakan, silakan saja. Ini kan negara demokrasi," kata Hatta.

Dede mengirimkan surat pengunduran diri pada PAN pada 15 April 2011 lalu. Hingga kini ia belum mengirimkan surat permohonan untuk masuk PD. Tapi soal masuk PD itu hanya tinggal mengitung hari saja. Dede sudah sangat memperhitungkan matang-matang rencananya loncat ke PD. Ia juga sudah siap menanggung risiko disebut kutu loncat. "Nggak papa disebut kutu loncat. Yang penting bukan pengkhianat bangsa," kata Dede.

Meski Hatta memberi restu, PAN tetap terluka dengan pindahnya Dede. PAN misalnya menyindir Dede sebagai Malin Kundang, alias anak durhaka. Sindiran disampaikan Sekjen PAN Taufik Kurniawan. Ia mengimbau semua kader PAN untuk setia pada partai yang telah membesarkannya.

"Jangan seperti Malin Kundang yang mengkhianati ibunya yang telah melahirkan di saat Malin Kundang telah meraih kesuksesan. Ya kita hanya bisa mendoakan semoga semuanya baik-baik saja termasuk buat Dede," tutur Taufik kepada detikcom.

Taufik pun mengusulkan revisi UU Pemilukada untuk mengatasi para Malin Kundang. Para pejabat diminta meletakkan jabatannya dulu bila ingin lompat ke partai lain. Dengan revisi itu diharapkan tak ada lagi kader pragmatis yang berpindah partai setelah menjadi pejabat. 

"Ke depan memang harus direvisi UU pemilukada. Agar kepala daerah dari parpol yang mundur di tengah jalan dari parpol itu harus meletakkan jabatannya terlebih dahulu. Karena anggota DPR saja kalau keluar dari partai harus di PAW," harap Taufik.

Golkar yang sudah pernah menjadi korban kutu loncat pun kembali dibuat gusar dengan fenomena kutu loncat akhir-akhir ini. Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie buru-buru memperingatkan kader Golkar agar tidak berpindah-pindah parpol.

Bila parpol lain kebat-kebit, suasana yang beda ditunjukkan PD. Partai besutan SBY ini bangga dengan banyaknya kutu loncat menyerbu partainya. Anggota Dewan Pembina PD Ahmad Mubarok mengibaratkan partainya saat ini sebagai gadis cantik yang sedang jadi rebutan.

"Demokrat itu diibaratkan gadis cantik yang diburu pemuda, termasuk hidung belang. Tapi kalau hidung belang ya kita tolak," kata Mubarok.

Politisi PD Ruhut Sitompul juga menyambut baik melompatnya Dede. Ia keberatan bila politisi yang pindah parpol disebut sebagai Malin Kundang. Ruhut juga merupakan kutu loncat, ia pindah dari Golkar ke PD.

"Bodoh kalau aspirasi kita sebagai kader partai sudah tidak tersalurkan masih bertahan di partai itu. Saya 30 tahun di Golkar tidak jadi apa-apa, setelah pindah saya malah jadi anggota DPR," katanya.

Deden Gunawan - detikNews

Kutu Loncat Serbu Demokrat (1)

 Lupakan Ideologi, Cari Politisi Populer


Lupakan Ideologi, Cari Politisi Populer  


Akhir-akhir ini jagat politik kita diwarnai oleh perpindahan sejumlah politisi dari beberapa partai politik ke Partai Demokrat (PD). Sebetulnya, gejalanya sudah terlihat sejak beberapa pekan setelah berakhirnya Pemilu 2009. Namun sebulan belakangan ini perpindahan itu melibatkan sejumlah tokoh penting sehingga beritanya menguat.

Ketua DPD PBB NTB, yang juga Gubernur NTB, Zainul Majdi hengkang ke Partai Demokrat, dan langsung dipilih sebagai Ketua DPD Partai Demokrat NTB. Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf, yang dikenal sebagai kader PAN, undur diri dari partai matahari menuju partai bintang.

Sebelumnya ada gubernur Bengkulu, gubernur Sulawesi Utara dan tentu saja gubernur Sumatera Barat yang kini menjadi menteri dalam negeri. Sudah tidak terhitung berapa bupati/walikota yang berlabuh ke partai SBY itu.

Kutu loncat. Itulah julukan buat politisi yang suka pindah partai. Julukan itu muncul pada zaman Orde Baru. Ketika banyak politisi berpindah, dari PPP atau PDI ke Golkar. Kepindahan menjelang pemilu itu selalu bikin heboh. Partai yang ditinggalkan merasa dikhianati, partai yang didatangi berharap banyak akan limpahan suara yang dibawa sang politisi.

Zaman berganti, politik semakin terbuka. Namun kebiasaan ganti partai tetap berlanjut. Pada awal Orde Baru, giliran Golkar yang berubah nama menjadi Partai Golkar, ditinggalkan para kader handalnya. Sebagian besar pindah ke PDIP, sebagian lagi bikin partai baru. Pilihan para politisi Golkar pindah ke PDIP itu tepat, karena pada Pemilu 1999 PDIP menjadi pemenang dan banyak orang Golkar (yang di PDIP disebut sebagai kader kos-kosan) menduduki posisi strategis.

Partai Golkar berhasil memenangkan Pemilu 2004, namun kemenangan itu tidak signifikan. PDIP jatuh, demikian juga PPP, PKB dan PAN. Hadirnya PD ternyata menyedot kader dan massa partai-partai lama. Dengan tokoh sentral SBY, PD memang berhasil menarik kader-kader handal dari partai lain, yang kemudian terbukti membawa sukses PD, dan sukses SBY dalam memperebutkan kursi presiden.

Kini dengan status sebagai partai pemenang Pemilu 2009 dan partai pemegang kekuasaan, PD ibarat gula bagi semut-semut kader partai lain. Kharisma SBY dan semakin kuat cengkeraman kekuasan PD, membuat kader-kader partai lain yang terobsesi kekuasaan, ringan kaki untuk bergabung. Apalagi, sebagai partai baru, PD belum memiliki banyak kader handal untuk ditempatkan pada jabatan-jabatan politik.

Fenomena kutu loncat menyerbu PD, sebetulnya mulai menguat pasca-Pemilu 2004. Bergabungnya sejumlah menteri profesional pada zaman Megawati ke kabinet pemerintahan SBY-JK merupakan pertanda awal. Mereka memang tidak mendapat predikat kutu loncat, karena mereka bukan orang partai.

Namun prinsip loyalitas (hanya mengabdi kepada satu kekuasaan sebagaimana dijalani oleh Prof Dorodjatun Koentjaro-Jakti), mereka abaikan. Bahkan Boediono yang tadinya berkeras untuk menunjukkan kesetiaannya pada Mega pun tak kuasa menolak pinangan SBY untuk menjadi menteri koordinator perekonomian, dan lalu menjadi wakil presiden.

Setelah itu, satu per satu orang-orang profesional yang dijagokan PDIP hingga menjadi kepala daerah, menyeberang ke barisan SBY. Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto, terpilih menjadi menteri, disusul kemudian Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi menjadi tim sukses SBY untuk Pemilu 2009. Pasca-Pemilu 2009 tercatat sejumlah gubernur yang lima tahun lalu dicalonkan PDIP, Partai Golar, PAN dan partai lain, kini bergabung ke PD demi melanjutkan kekuasaannya.

Demikianlah, PD kini menjadi sasaran para kutu loncat, baik para kader profesional maupun kader-kader partai tulen. Mereka berburu kekuasaan, dan PD bisa menjadi kendaraan yang efektif. Sementara bagi PD, kehadiran mereka tidak saja memenuhi kekosongan akan kader handal, tetapi juga berharap bisa menarik suara lebih banyak pada pemilu mendatang.

Demikianlah, di negeri ini, politik semata jadi arena berebut kekuasaan. Para politisi sibuk mencari kendaraan politik (baca partai politik) yang memungkinkan mereka menggapai dan mempertahankan kekuasaan; sedang oleh para pengurusnya partai hanya diposisikan sebagai event organizer untuk meraih suara dalam pemilu. Tak peduli apa yang terjadi dengan partai, yang penting partai memenangkan pertarungan pemilihan.

Konsep politik yang semestinya diabdikan buat kejayaan ideologi dan kesejahteraan rakyat, sudah lama diabaikan. Tidak ada perbincangan dan perdebatan ideologis di lingkungan partai, karena pendapat konsultan politik lebih menentukan. Tidak perlu melakukan kaderisasi yang membutuhkan waktu dan tenaga tidak sedikit, toh sudah ada figur populer yang siap diajukan partai untuk menduduki posisi-posisi politik.

Itulah yang terjadi pada PD, dan tentu saja juga partai-partai lain seandainya mereka berhasil meraup suara seperti PD. Kini memang sedang giliran PD, karena partai ini memiliki figur SBY yang laku dijual. Bagaimana nanti setelah pamor SBY turun, setelah strategi pencitraannya tidak efektif, setelah janji-janjinya hanya dianggap angin lalu oleh rakyat?

Optimisme menyelimuti partai lain, bukan karena mereka memberikan tawaran baru buat rakyat, tetapi semata rakyat sudah jenuh dengan PD. Mereka percaya, tidak selamanya rakyat mau dibohongi, apalagi oleh pembohong yang sama. Jadi pembohong baru tetap merupakan peluang politik. Dan jika berhasil, mereka pun menyediakan diri jadi sasaran kutu loncat baru. Demikian akan terus berputar.

Didik Supriyanto - detikNews

Tuesday, April 19, 2011

Terorisme: Wacana Konspirasi Global

Sepanjang kehidupan manusia, kekuatan Politik dan kekuasaan secara irasional akan menjadi penentu sebagai apa manusia itu di ciptakan Tuhan. Fasisme dan Imperialisme adalah satu kesatuan. (Hegel, Philosophy is Right)

13032742481022557828
hegel smiling, pictured by gstatis.com

George Wilhelm Friedrich Hegel (1770-1831), salah satu pemikir Jerman yang di anggap oleh Hobes sebagai pemikir dengan pengaruh paling brutal. Kompetisi perang dunia pertama (1st World War/PD I) di sinyalir sebagai bentuk reaksi atas karya Hegel. Menanggapi persoalan kekinian, sejalan dengan ide lama Hegel setidaknya komunitas-komunitas yang ada di wilayah Negara (setiap bagian yang berperan dalam kehidupan sosial dan politik) termasuk di dalamnya masyarakat, penguasa, oposisi, terorisme dan berbagai bentuk perkumpulan lainnya, adalah satu kesatuan yang menjadikan sebuah wilayah disebut sebagai Negara (Henry J. Schmandt, 2002). Secara sederhana, dalam suatu Negara harus ada malaikat sebagai representasi kebaikan dan iblis mewakili sisi pengacau.

Rotasi berbagai hal yang terjadi akhir-akhir ini termasuk maraknya teror adalah bagian dari representasi ide Hegel. Ada kekuatan politik yang berperan sebagai dalang berbagai aksi brutal, tak ayal jika aliran Machiavellian menganggap benar cara apapun untuk menggapai kepantasan politik. Meskipun demikian, harus menjadi garis bawah bahwa Machiavelli hanya merunut menghalalkan segala cara dalam konsep kebaikan bersama (common good) bukan kekejaman seperti teror.


Konsep Jihad

13032743732055054055
Perang atas nama Tuhan adalah pelecehan 
terhadap kekuatan Tuhan, designing 
by gstatis.com

Reduksi makna atas istilah Jihad adalah alasan utama terorisme ada, secara kasat mata setiap orang yang mampu berfikir tidak akan setuju untuk menerima kenyataan pembunuhan massal yang dilakukan dengan konsep Bom atas nama Agama (irasional jika seorang muslim melakukan bom bunuh diri di masjid). Perbincangan terorisme paling menggemparkan adalah serangan World Trade Center (WTC) pada 11 September 2001. Tapi justru suara sumbing muncul dibalik tragedi tersebut, mulai dari isu rekayasa oleh President of the United State (PotUS), hingga penyebutan aksi liar al-Qaeda. Persoalan yang belum usai hingga kini, apakah benar al-Qaeda tersebut ada, atau hanya simbolisasi terorisme?

Secara etimology, Jihad bermakna kesungguhan yang berhasrat kebaikan. Salah satu misal yang paling mudah adalah tidak berputus asa. Hanya kata itu yang menjadi kunci pemaknaan Jihad, bukan genderang perang terhadap golongan, ras, agama atau Negara lain. Konsep Jihad dalam perang dibenarkan ketika kelompok yang melakukan jihad berada diposisi tertindas dan tidak memiliki cara lain selain perang. Dalam konteks kini, wilayah perang tidaklah konsep yang dinamis dan elok. Diplomasi mungkin sebagai solusi untuk merealisasikan konsep Jihad dalam Negara.


 Konspirasi Global

Sajian atas berbagai persoalan yang terjadi menghasilkan banyak pemikiran yang berbeda, sebagian pihak menganalisa melalui pendekatan phenomenology atau berfikir apa adanya, melihat sesuai dengan fakta yang mampu ditangkap oleh indera mata. Namun tidak bagi sebagian lainnya, kecurigaan makin menjadi-jadi ketika teror demi teror muncul secara massif dan teratur. Alasan lain adalah karena penanganan pelaku teror selalu berakhir dengan kematian. Persoalan yang kemudian patut di tanyakan adalah mengapa setiap kali ada penyergapan pelaku teror selalu saja terbunuh? Dan pertanyaan demikian sering didengungkan.

United State (Amerika), sebagai Negara dengan ambisi memimpin dunia adalah kelompok paling depan dalam menggalang kekuatan melawan teroris, dengan sistem keamanan yang super canggih jika perbandingannya adalah Negara kita (Indonesia). Tragedi 11 September sebagai tanda dimulainya konspirasi global, bagaimana mungkin Negara dengan sistem keamanan sedemikian rupa namun tidak mampu melakukan deteksi terhadap pesawat asing. Ini adalah perbincangan lama yang hingga kini hilang tergerus dengan teror lain.

Sekarang, Libya dalam masa krisis pemerintahan dan mendapat serangan koalisi Amerika. Sederhana, apa kepentingan Amerika disana? Libya bukanlah Negara yang diperhitungkan Amerika dalam hal suplai Minyak, apakah persolan kemanusiaan? Kurang tepat jika menjawab dengan konsep kemanusiaan karena ada Negara lain yang lebih membutuhkan pertolongan Amerika. Lihat saja penyelesaian wilayah perang Irak, setelah hancur lebur Amerika serikat tidak mampu membuktikan apa yang selama ini menjadi alasan mereka untuk meratakan tanah Irak. Spekulasi beberapa pihak incaran Amerika atas irak adalah minyak, dan hal tersebut samasekali tidak terbukti. Apa pasal, diketahui perusahaan yang paling mendominasi wilayah itu kini adalah China. Bukan Amerika Serikat.


Politik Ekonomi Media

Perbincangan tentang ekonomi politik media atau dengan istilah lain dikenal dengan politik informasi adalah kajian baru dalam studi ilmu komunikasi (Communicology). Istilah tersebut merupakan akumulasi dari persoalan politik, ekonomi dan media. Penemuan tiga dimensi tersebut erat berkaitan dengan konstruksi isi media. Konglomerasi media mewakili wilayah ekonomi untuk memperkuat dimensi kebutuhan pragmatis. Dan ketiga dimensi di atas sebagai entitas yang dikonstruksi media, artinya setiap pesan media mengandung unsur kepentingan ekonomi dan juga politik.

Gambaran paling sederhana untuk membincang keterkaitan media dan konspirasi global adalah menilik ulang pengaruh media. Seperti dalam catatan Gebner dalam buku Boyd-Barret, Approach to Media: a Reader (1995), salah satu kekuatan media massa adalah membentuk realitas sosial. Hal ini terjadi saat media massa dan realitas sebenarnya menghasilkan koherensi yang powerfull di mana pesan media mengkultivasi secara signifikan. Dalam konteks kekuataannya inilah media menjadi alat ampuh dalam pembentukan opini publik. Termasuk mereduksi makna Jihad, Islam itu kejam, dan simbol-simbol lainnya.

Motif apapun yang menjadi prioritas para pelaku teror tidak akan mampu mengendalikan pemaknaan yang disampaikan oleh media. Artinya, media sebagai penghantar pesan menjadi penentu kisruhnya kondisi yang terjadi, termasuk reduksi makna Jihad itu sendiri. Mengakhiri pembahasan ini. Secara epistemologis, menemukan relasi antara dimensi ekonomi dan politik dalam kerja media tentu saja menjadi pertanyaan paling menarik. Berangkat dari apa yang kita konsumsi sehari-hari-hari melalui media; berita, iklan, film, atau berbagai tayangan hiburan, kita akan menengarai terlebih dahulu pandangan ilmuwan sosial terhadap isi dari produk media itu. Sederhananya, apapun yang kita terima dari media itulah yang dalam tulisan ini kita sebut sebagai informasi. Dan informasi terlalu berat ntuk berpisah dengan Politik (kepentinga) dan uang.

Dedy Kurni Syah Putra
www.kompasiana.com

Tuesday, April 5, 2011

Megahnya Ketidakpedulian DPR

http://www.kampungtki.com/wp-content/uploads/gedungbarudpr2.jpg

Gedung baru DPR direncanakan akan dibangun pada Juni mendatang. Biaya pembangunan per ruangannya cukup fantastik, nyaris menembus Rp 800 juta. Luas ruangan per anggota DPR setelah dilakukan efisiensi sebesar 111,1 meter persegi. Dengan hitungan Rp 7,2 juta per meter persegi, maka untuk membangun satu ruang anggota DPR saja dibutuhkan anggaran Rp 799.920.000, hampir Rp 800 juta. Angka ini belum termasuk aksesorinya seperti mebel dan laptop.

Kemudian, luas gedung baru DPR ini secara keseluruhan adalah 157.000 meter persegi. Dana yang diperlukan untuk membangun gedung ini setidaknya memakan tak kurang dari Rp 1.16 triliun. Jumlah yang sangat bombastis!



Pembohongan Publik


Serta merta public mengkritik sikap DPR tersebut yang tidak memperdulikan realitas kehidupan mayoritas penduduk negeri ini. DPR sering menyebut dirinya wakil rakyat. Namun dalam kebijakannya, tak pernah sedikit pun mencerminkan keinginan rakyat. Hati nurani telah mati. Kejujuran apa lagi. Malah kebohongan yang terus menerus dipertontonkan.

Di antara kebohongan itu terkait pendirian bangunan baru yang super megah itu bahwa gedung yang sekarang telah mengalami kemiringan 7 derajat, gedungnya sudah hampir runtuh karena pondasinya sudah keropos. Hal ini terlalu mengada-ngada. Gedung yang ada saat ini dinilai masih layak digunakan. Kementerian PU bahkan sudah memprediksi ketahanan gedung hingga 35 tahun mendatang. Tidak hanya itu, keinginan kuat sejumlah anggota dan pimpinan dewan juga menimbulkan tanda tanya. Apakah transaksi atau idealisme?

Kita menyayangkan sikap para wakil rakyat yang bisa tertawa di tengah para kosntituennya yang menjerit kesusahan karena himpitan ekonomi. Padahal, jika dilihat dari kinerjanya, anggota DPR saat ini belum pantas mendapatkan fasilitas yang baik menunjang kinerja mereka. Contohlah gedung parlemen negara-negara demokratis yang perekonomiannya kuat, dan pendapatan per kapitanya tinggi, seperti AS, Kanada, Australia, Jepang dan Korea Selatan.

Di negara-negara itu, gedung-gedung parlemennya dirancang dengan tidak berlebihan, sesuai dengan kebutuhan
Padahal dana sebesar itu jika digunakan untuk kepentingan public, bisa membangunkan 116 unit rumah bagi fakir miskin dengan asumsi per rumah menghabiskan dana Rp 100 juta. Dengan harga tersebut masyarakat akan mendapatkan rumah yang bukan type RSSS (rumah sangat sederhana sekali) yang selama ini mereka tempati atau lebih diutaman bagi masyarkaat yang belum memiliki rumah.

Selain itu, dana Rp 1.16 triliun bisa digunakan untuk membuka lahan pertanian seluas 20 ribu hektar. Bukan rahasia umum lagi bahwa mayoritas petani kita saat ini merupakan petani penggarap alias tidak punya lahan. Karenanya tidak mengherankan jika nasib mereka masih jauh panggang dari api.

Seharusnya, DPR lebih mengutamakan kemegahan prestasi positif konstruktif daripada mengejar kemegahan fasilitas. Dengan begitu, mereka akan merengkuh dukungan legitimasi luas masyarakat, selain menghindarkan mereka dari pembangkangan kolektif kalangan akar rumput. Jika yang terakhir ini yang mereka pilih, jangan pernah bermimpin akan kembali ke gedung megah itu dengan selamat.


Politisi Busuk

Sikap para politisi di DPR yang tidak memperdulikan keadaan dan menegasikan kepentingan polls (umum) yang notabene telah memberikan mereka suara sehingga bisa duduk di salah satu kursi DPR, semakin menegaskan bahwa mereka sesungguhnya adalah politisi busuk, atau drakula yang hanya menghisap darah manusia lain untuk menyambung nafas. Karenanya, tidak ada sedikit pun kebaikan dalam diri mereka.

Sejarah membuktikan, keadaan suatu bangsa takkan terperbaiki jika dikuasai politisi/pejabat busuk yang dililit mentalitas koruptif, vested interests, pembohongan publik, "mumpung" isme, individualisme, rasisme, dan premanisme. Jalan-jalan haram seperti komersialisasi suara rakyat, ancaman, teror dan ulah premanisme, dihalalkan dalam berpolitik.

Politisi/pejabat busuk ikut bertanggung jawab atas kegagalan negeri ini memberikan hak-hak warganya. Fakta money politics di kalangan politisi/pejabat busuk, misalnya, melukiskan disposisi nurani yang mulai tumpul dan sesat. Duit menjadi penguasa nurani. Suara rakyat kecil dikhianati.

Padahal, mereka diantar rakyat kecil ke panggung politik. Kehendak rakyat kecil telah lama dikomersialisasi. Yang lebih memprihatinkan, kepentingan terselubung kaum politisi/pejabat busuk menggeser cita-cita dasar para pendiri republik yang ber-kemanusiaan, beradab, dan berkeadilan sosial.

Politisi/pejabat busuk memandang dunia dan isinya bukan sebagai kosmos, tetapi khaos dan realitas sosial yang perlu dipolitisasi. Egoisme individual dan kelompok dibenarkan dan disanjung. Dimensi tanggung jawab horizontal dan vertikal dari profesi politisi dilupakan.

Politisi lalai memperhatikan kepentingan polls (baca: umum), lebih mengutamakan kepentingan individual dan sektarian. Lingkaran nepotistik mendominasi pikiran politisi busuk. Akibatnya, kepentingan rakyat dan fasilitas umum luput dari sorotan politisi busuk sebab mereka dilanda demoralisasi.


Virus Disorientasi

Politisi/pejabat busuk berpotensi menyebar virus sosial di dunia politik, ekonomi, dan kebudayaan. Virus itu bernama disorientasi yang lebih berbahaya dibandingkan dengan sapi gila atau flu burung atau nyamuk aedes aegipty. Kualitas fisik dan batin penderita mengalami deteriorasi yang kronis akibat virus ini. Tiba-tiba penderita kehilangan akal sehat, perasaan, rasa kepatutan, dan juga hati nurani.

Virus disorientasi hidup subur di lingkungan politik yang kumuh, seperti air parit. Joroknya lingkungan seperti itu telah menjungkirbalikkan akal sehat, melanggar nilai-nilai dan norma-norma sosial, mengabaikan rasa keadilan, dan mengacuhkan kepentingan rakyat.

Mengapa tubuh para politisi/pejabat itu busuk dan menebar virus? Mereka busuk karena otak mereka bebal, wajah tebal, hati nurani ba’al, dan kehilangan akal. Itulah jika terlalu lama berpolitik dan berkuasa. Dan temyata kelompok politisi/pejabat busuk itu beranak-pinak dengan cepat, seperti ecenggondok. Bak makhluk seram dalam film Alien, mereka membuat koloni-koloni dengan menarik sekutu dari kalangan kampus, LSM, pengusaha, sampai dari dunia hiburan.

Kenapa pula geng busuk ini cepat tumbuh menjalar seperti pohon dolar? Soalnya, sebagaimana halnya buah durian, menjadi busuk itu enak. Dari pada melarat, begitu busuk mereka langsung menambah istri, rumah, mobil, rekening dollar AS dan rupiah. Orang-orang busuk ini sebenarnya ganjen. Walau sudah tenar dan kaya, mereka merambah ke mana-mana bagaikan Dasamuka berganti-ganti wajah. Ada pula kutu Ioncat yang hobi berganti-ganti partai politik seperti balita sehabis mandi ganti celana.

Ahmad Arif
Penulis adalah pemerhati masalah social, juga koresponden situs asyeh.com Arab Saudi. Berdomisili di Banda Aceh


Sumber: detik.com

Sembilan Tahun Umar Patek Disembunyikan CIA?

 http://www.philippinenewsdaily.com/wp-content/uploads/2011/03/umar-patek-jemaah-islamiya-most-wanted-arreste.jpg


Belum tuntas masalah isu dan penanganan teror bom buku dan teror bingkisan, kita dikejutkan dengan penangkapan gembong teroris Umar Patek di Pakistan. Umar Patek adalah aktor Bom Bali I pada tahun 2002, di mana akibat aksi terornya mengakibatakan 202 orang, 88 diantaranya warga Australia, tewas.

Ditangkapnya Umar Patek di satu sisi membuat banyak orang senang, sebab jaring-jaring terorisme semakin putus dan habis. Namun di sisi lain, tertangkapnya Umar Patek membuat beberapa pihak merasa takut dan jiwanya terancam, pasalnya penangkapan itu akan membuat aksi balas dendam.

Sehingga membuat pemerintah Australia memperingatkan kepada warganya bila hendak berkunjung ke Indonesia. Secara resmi di dalam websitenya, Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia mengatakan bahwa warga Australia harus mempertimbangkan kembali perjalanan ke Indonesia, khususnya Bali.

Rangkaian terorisme dari bom buku hingga tertangkapnya Umar Patek menunjukan bahwa aksi terorisme di Indonesia belum habis dan tuntas penanganannya, meski gembong-gembongnya seperti Dr. Azhari, Dulmatin, Nordin M. Top, Trio Bom Bali I, sudah diekskusi oleh aparat keamanan.

Dengan tertangkapnya Umar Patek berarti menunjukan selama ini geliat teroris sepertinya tidak pernah berhenti. Terorisme seolah-olah silih berganti muncul. Mengapa hal demikian bisa terjadi? Faktornya. 'Pertama', kerja aparat keamanan dalam menangani terorisme kalau tidak kalah dengan kelihaian para teroris, ya mereka tidak serius untuk memberantas aksi-aksi para terorisme.

Misalnya, sampai saat ini aparat belum berhasil mengurai siapa sesungguhnya pelaku dari aksi bom buku. Apa motif dan tujuannya belum terungkap jelas. Karena aparat belum bisa mengurai dengan cepat, maka masyarakat mengambil kesimpulan tersendiri mengenai peristiwa itu. Misalnya, Farhat Abbas dan LSM Hajar melaporkan Dhani ke pihak kepolisian, beberapa waktu yang lalu, sebab paket bom tersebut adalah bohong alias sensasi liar yang diciptakan Ahmad Dhani sendiri.

Kemudian rentang waktu tertangkapnya Umar Patek memerlukan waktu yang sangat lama, yakni 9 tahun. Menjadi pertanyaan ke mana saja aparat keamanan selama ini? Menangkap Umar Patek adalah bukan hal yang sulit, sebab bila aparat keamanan Indonesia serius, pasti dibantu oleh aparat keamanan negara lain.

Soal bantuan dari negara lain itu contohnya, selepas Bom Bali I, polisi dan TNI sering melakukan latihan antiteror dan kerjasama penanggulangan antiteror dengan berbagai negara dan dengan biaya yang sangat besar. Misalnya saja kerjasama penanganan terorisme antara Indonesia dan Amerika Serikat yang dijalin sejak tahun 2005 sampai September 2008 dengan biaya bantuan Amerika Serikat sebesar US$400.000.

Menangkap Umar Patek sebenarnya sesuatu yang menggiurkan, sebab Pemerintah Amerika Serikat, yang warganya juga menjadi korban dalam Bom Bali I, memberikan hadiah sebesar US$1 juta bagi yang berhasil menangkap Umar Patek. Hadiah tersebut tentu lebih besar daripada bantuan biasa yang diberikan Amerika Serikat. Dan hadiah itu tentu bisa digunakan untuk lebih memantapkan kinerja aparat keamanan. Mengapa hal demikian tidak dilakukan oleh aparat Indonesia?

Sebab yang memangkap Umar Patek adalah aparat 'Pakistan State Intelligence Service', maka maka aparat negara itulah yang berhak mendapat hadiah sebesar US$1 juta. Dengan hadiah sebesar itulah, bisa jadi aparat keamanan Pakistan mampu membangun kekuatan keamanannya.

‘Kedua’, kapasitas Umar Patek sebagai seorang teroris sangat dipertanyakan, sebab bila ia seorang teroris besar dan sangat berbahaya pasti ditangkap sendiri oleh Amerika Serikat. Terbukti, Amerika Serikat selama 9 tahun membiarkan Umar Patek pergi ke mana-mana.

Lainnya halnya seperti dengan Muhammad Saad Iqbal Madni, Hambali, dan Umar Al Faruq. Ketiga orang tersebut diberitakan, sebab dirasa berbahaya bagi Amerika Serikat, maka mereka langsung ditangkap oleh CIA.

Dalam sebuah berita disebutkan, Muhammad Saad Iqbal Madni yang disinyalir anggota Al-Qaida digaruk petugas imigrasi Indonesia pada 9 Januari 2002. Warga Pakistan ini dideportasi, namun setibanya di bandara ia dibawa pesawat dinas CIA entah kemana.

Kemudian, 5 Juni 2002, Umar al-Faruq, warga negara Indonesia yang besar di Kuwait, ditangkap di Bogor, selanjutnya disebut dibawa oleh CIA ke Afghanistan. Nasib serupa juga dirasakan oleh Hambali. Warga negara Indonesia itu ditangkap Thailand, kemudian dibawa pula oleh CIA.

'Ketiga', penangkapan Umar Patek yang berasal dari informasi intelijen Amerika Serikat ('Koran Tempo', 2/4/11) ini sebagai salah satu bentuk untuk menimbulkan ketergantungan intelijen negara lain kepada intelijen Amerika Serikat atau CIA. Sebenarnya CIA mempunyai banyak info-info penting mengenai sepak terjang para teroris.

Meski Amerika Serikat negara paling bersemangat memerangi terorisme, namun dalam menghabisi para teroris, Amerika Serikat melakukan secara tidak serta merta. Ada beberapa langkah yang dilakukan dan disimpan CIA dalam memberikan informasinya kepada intelijen negara lain dengan tujuan untuk meningkatkan daya tawarnya. Dengan adanya 'terorisphobia', maka banyak negara yang membutuhkan 'lindungan' Amerika Serikat.

Daya tawar ini pula dilakukan agar intelijen negara lain bergantung kepada info-info CIA. Dari sinilah maka kooptasi yang dilakukan oleh Amerika Serikat kepada negara lain tidak hanya sebatas sumber ekonomi, namun juga sumber-sumber informasi intelijen. Sebenarnya Amerika Serikat bisa menangkap Umar Patek kapan saja dan di mana saja, namun Umar Patek dibiarkan berkelana agar intelijen Australia, Thailand, Indonesia, dan Philiphina penasaran.

Bahkan intelijen Australia, Thailand, Indonesia, dan Philiphina seolah-olah diperlombakan, yaitu siapa yang bisa menangkap Umar Patek mendapat hadiah. Jelas saja intelijen negara-negara itu tidak bisa menangkap Umar Patek sebab kecuali Amerika Serikat mereka tidak memiliki informasi keberadaan Umar Patek. Dari sinilah muncul pertanyaan besar, apakah selama 9 tahun ini keberadaan Umar Patek disembunyakan CIA?

Pertanyaan itu bisa saja dijawab, ya bisa saja disembunyikan CIA, sebab Amerika Serikat meski dengan musuh-musuh besarnya mereka bisa melakukan konspirasi atau bargaining posisi. Konspirasi antara Amerika Serikat dengan musuhnya pernah terjadi, salah satunya, ketika Amerika Serikat hendak mengadakan 'U. S Election 1980'. Di mana rivalitas antara Jimmy Carter dan Ronald Reagan begitu kuat.

Di atas kertas, Jimmy Carter lebih unggul. Untuk mensiasati hal yang demikian, Tim Sukses Reagan yang dipimpin oleh George H. Bush, mencari celah bagaimana selain Reagan bisa unggul dibanding Carter juga mampu memenangi pemilu.

Dengan kelihaian Bush, ia memanfaatkan penyanderaan 52 warga Amerika Serikat di Teheran untuk menaikan pamor Reagan. Akhirnya dengan konspirasinya, Bush mengadakan negoisasi dengan Pemimpin Revolusi Islam Iran Ayatullah Khomeini.

Konspirasi itu berjalan lancar sebab Khomeini kooperatif. Kooperatifnya itu dengan mengirim Perdana Menteri Iran Bani Sadr untuk melakukan negoisasi dengan Bush dan manajer kampanye Reagan lainnya, William Casey (Cassey di masa pemerintahan Reagan diangkat menjadi Direktur CIA), di Paris, Perancis, di sebuah tempat yang dirahasiakan.

Dalam negoisasi disepakati Iran sudi melepas 52 sandera asal ditukar dengan senjata antitank yang hendak dipergunakan untuk berperang melawan Irak. Tidak hanya itu, konspirasi lainnya adalah sandera itu dibebaskan saat Reagan melaksanakan pidato kenegaraan awal menjadi Presiden Amerika Serikat. Dari konspirasi kedua itu, Iran mendapat uang sebesar US$40 juta. Dari konspirasi yang disusun inilah menjadikan seolah-olah Reagan adalah Presiden yang berhasil melindungi rakyatnya dari aksi penyaderaan, sehingga Reagan seolah-olah menjadi pahlawan. Padahal sesungguhnya semuanya 'by design'.

Hubungan diam-diam Amerika Serikat dengan Iran tidak hanya itu saja, ada juga skandal Iran-Contra, yakni penjualan senjata ke Iran di mana keuntungan dari penjualan senjata itu disumbangkan ke pemberontak di Nikaragua. Skandal-skandal konspirasi Iran-Amerika Serikat itu semua berhasil ditutupi karena keterlibatan CIA.

Dari semua fakta itu menunjukan meski Iran dan Amerika Serikat di depan mata saling bermusuhan, namun di belakang mereka bisa melakukan konspirasi atau bargaining dengan tujuan saling menguntungkan ('Dirty War', Angkasa, Edisi Koleksi). Demikian juga halnya seolah-olah Amerika Serikat di depan mata berperang atau memerangi terorisme, padahal bisa jadi di belakang antara Amerika Serikat dan para teroris berkonspirasi.

‘Keempat’, dari rangkaian terorisme yang ada, terorisme ternyata muncul buka karena faktor ketidakadilan Barat pada dunia Islam saja, namun juga karena unsur-unsur dari luar. Unsur-unsur dari luar inilah yang sekarang dominan yang menyebabkan aksi-aksi terorisme, entah skalanya besar atau kecil.

Dengan provokasi dan permaianan intelijen, akhirnya membuat terorisme yang ada menjadi 'by design'. Terorisme yang terjadi diatur sedemikian rupa dengan tujuan untuk memfitnah, mejelekkan salah satu kelompok (saat ini dunia Islam yang distigmakan sebagai kelompok teroris), mengalihkan perhatian, untuk kepentingan politis dan ekonomi.

Kesuksesan Amerika Serikat dalam mem-'by design' terorisme itulah yang membuat negara itu, secara politik semakin menancamkan kekuasaannya di Timur Tengah, sementara secara ekonomi mampu menguasai sumber-sumber minyak di kawasan Timur Tengah.

Entah karena 'by design' atau bukan, terror bom buku mampu mengalihkan perhatian masyarakat Indonesia dari masalah-masalah pokok yang seharusnya diselesaikan, seperti soal pemberantasan korupsi dan 'abused power'.

Ardi WinangunPenulis Pernah Bekerja di Civil-Militery Relations Studies (Vilters) dan Peminat Studi Pertahanan

Sumber: detik.com


Thursday, March 24, 2011

Tunggangi Isu Ahmadiyah untuk Rebut Kekuasaan

 

















Pada Senin (21/03), televisi Aljazeera yang berbasis di Qatar memberitakan isu kontroversial mengenai adanya jenderal purnawirawan yang mendukung kelompok Islam garis keras di Indonesia untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Alasannya: ketidak becusan Yudhoyono mengurus pemerintahan, kasus Bank Century, kriminalisasi pimpinan KPK, kemiskinan, dan kasus korupsi. Mereka juga sudah bosan dengan kebohongan Yudhoyono dan sikapnya yang terlalu reformis.

Laporan itu ditulis oleh wartawan Aljazeera di Jakarta, Step Vaessen, yang diberi judul dalam bahasa Inggris, “Persekongkolan untuk Melemahkan Presiden Indonesia.”

Vaessen mengaku, awalnya ia ingin membuat laporan investigasi mengenai insiden Ahmadiyah di Cekuesik, Banten, yang menewaskan 3 anggota Ahmadiyah ketika mereka diserang oleh ratusan kaum Muslim. Dalam perkembangannya, dia menemukan keterkaitan antara kelompok jenderal purnawirawan dan ormas Islam yang hendak menggulingkan pemerintah.

Isu Ahmadiyah dijadikan pintu masuk untuk menggoyang Presiden setelah isu korupsi gagal memobilisasi rakyat. Kebetulan isu Ahmdiyah ini direspons oleh seluruh Muslim. Kelompok Islam garis keras yang dihubungi oleh jenderal purnawirawan adalah Gerakan Reformasi Islam (Garis) pimpinan Chep Hernawan.

“Dia memberikan support saja,” kata Hernawan, seperti dikutip dari laporan investigasi Aljazeera. Chep Hernawan yang kemarin, Rabu (22/03) dimintai konfirmasi, membenarkan adanya dukungan dari purnawirawan itu. “Sekitar satu atau dua bulan lalu bertemu, mereka memberikan dukungan moril dan siap membantu,” katanya.

Namun, rencana itu belum bisa dipastikan kapan bisa dilakukan. Pihaknya tengah melakukan berbagai persiapan. “Uang miliran juga kami siapkan dari dana infak umat Islam, bukan dari luar negeri,” katanya. Menurut dia, apabila Presiden bersikap tegas dengan membubarkan Ahmadiyah, akan lain ceritanya. “Kami siap mengawal Yudhoyono kalau ia membubarkan Ahmadiyah. Tapi, kalau tidak, dia harus turun,” katanya.

Isu Ahmadiyah ini memang menjadi persoalan besar bagi Presiden, dilemma yang sulit diatasi. Bila membubarkan organisasi ini, ia khawatir akan dituduh melanggar konstitusi yang memberi peluang bagi pihak-pihak yang tidak menyukainya untuk menjatuhkannya.

Memang para aktivis HAM dan ahli hukum senior seperti Adnan Buyung Nasution dan Mulya Lubis menganggap Presiden tidak dapat membubarkan Ahmadiyah karena itu bertentangan dengan Konstitusi yang menjamin kebebasan beragama. Pembubaran Ahmadiyah juga akan mencoreng citra Indonesia sebagai negara Muslim yang paling toleran dan dikecam oleh, terutama, negara-negara Barat.

Tetapi di lain pihak, bila membiarkan eksistensi Ahmadiyah, ia akan berhadapan dengan umat Islam. Terkait dengan isu ini, memang nyaris seluruh kelompok Islam di Indonesia mengecamnya dan menuntut pemerintah membubarkannya. Ahmadiyah adalah sempalan Islam yang menganggap pendirinya, Mirza Ghulam Ahmad asal India, sebagai nabi dan kitab sucinya adalah tazkirah, yang diyakini pengikutnya sebagai wahyu yang diturunkan Tuhan kepada Mirza. Muhammad SAW tidak dianggap sebagai Nabi terakhir sebagaimana diyakini oleh seluruh aliran Islam di dunia.

Organisasi Konperensi Islam (OKI) menolak Ahmadiyah sebagai bagian dari umat Islam. Arab Saudi melarangnya, bahkan melarang anggotanya menunaikan ibadah haji. Pakistan membiarkannya hidup di negeri itu, tapi mengeluarkannya dari kelompok Islam.

Ahmadiyah dianggap agama tersendiri di luar Islam. Di Malaysia dan Brunei aliran yang bermarkas di London ini dilarang. Ahmadiyah masuk ke Indonesia sejak 1920-an. Tapi ditentang sebagai aliran sesat. Pada 1930-an Majlis Tarji Muhammdiyah menyatakan Ahmadiyah sebagai aliran sesat.

Sebenarnya ada UU No 1 Tahun 1965 tentang Penodaan Agama dan SKB Tiga Menteri yang bisa dipakai Yudhoyono untuk membubarkan sekte yang telah meresahkan masyarakat Islam ini. Namun, tetap saja Yudhoyono khawatir karena, bagaimanapun, dua hal itu masih berada di bawah konstitusi.

Dalam keadaan terjepit, Yudhoyono tertolong dengan kebijakan-kebijakan daerah yang mengeluarkan Perda dan Pergub, yang melarang aktivitas Ahmadiyah. Propinsi Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Lampung, dan sejumlah daerah lain mengeluarkan Perda yang terbukti berhasil menenangkan masyarakat. Setidaknya, untuk sementara ini.

Lepas dari masalah konstitusi, UU, dan Perda tentang agama, pertanyaan yang muncul: mungkinkah kaum Muslim Indonesia, khususnya yang beraliran keras, bersama-sama dengan jenderal purnawirawan mengambil alih kekuasaan di Indonesia? Apakah hal ini rasional dan realistik? Rasanya tidak realistik dan irrasional. Jangankan kelompok Islam radikal, seluruh kaum Muslim – dalam hal ini Islam santri – bersatu untuk mendirikan Negara Islam pun merupakan hal yang mustahil.

Apalagi gagasan mendirikan Negara Islam di tanah air sudah mati. Dari partai-partai berbasis Islam (PKB, PPP, PKS, PBB, PAN) yang ada sekarang, hanya PPP yang berasaskan Islam. Sementara mereka semua kini berada di barisan Setgab Koalisi Partai-partai Politik Pendukung Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Wakil Presiden Boediono.

Jumlah suara mereka di parlemen pun tidak sampai 30 persen. Terkait dengan Ahmadiyah, mereka yang di parlemen tidak mendesak Presiden membubarkan Ahmadiyah. Pada tataran organisatoris, Muhammdiyah tidak meminta pembubaran Ahmadiyah. Jadi, siapa pendukung Islam garis keras untuk mengambil alih kekuasaan? Jenderal purnawirawan pun tidak punya pengaruh di masyarakat.

Ide mendirikan Negara Islam di tingkat nasional maupun internasional memang sudah surut. Masyarakat Islam Iran, yang 32 tahun lalu melakukan revolusi Islam, yang berujung pada pendirian Republik Islam Iran, kini mulai berubah. Sebagian masyarakat mulai memberontak ingin mendirikan negara demokrasi.

Di negara-negara Arab, mulai dari Maroko di Barat hingga Bahrain di timur, kini bergejolak menuntut penggantian rezim dan reformasi. Rezim Mesir pimpinan Hosni Mobarak dan rezim Tunisia pimpinan Presiden Zein el-Abidin Ben Ali telah jatuh oleh revolusi menuntut pendirian negara demokrasi.

Dari gejolak yang sedang berlangsung di Bahrain, Arab Saudi, Yordania, Yaman, Suriah, Libya, Aljazair, dan Maroko, tidak sekali pun kelompok Islam menuntut pendirian negara Islam. Mereka menyadari globalisasi tidak memungkinkan lagi ide ini diterapkan.

Demokrasi adalah sistem politik yang terbaik di antara sistem yang terburuk. Maka kemakmuran dan kehidupan yang lebih beradab hanya dimungkinkan oleh berdirinya negara demokrasi yang membuka lebar-lebar pintu kebebasan yang memungkinkan setiap individu mengaktualisasikan dirinya dan mengekspresikan gagasannya.

Pendirian Negara Islam hanya akan menghambat pertumbuhan sebuah negara menuju kemakmuran dan kemajuan dan menodai dan mengungkung Islam itu sendiri. Timur Tengah, tempat lahirnya agama Islam dan peradaban yang gemilang, sudah lama mengalami stagnasi peradaban karena dihambat oleh rezim diktator yang korup. Negara Timur Tengah yang maju hanya Israel dan Turki, yang merupakan negara demokrasi.

Jadi, menunggangi isu Ahmadiyah untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah hanya angan-angan kosong. Apalagi hal ini dilakukan oleh Islam garis keras yang minoritas dari mainstream Islam Indonesia. Kalau mau berkuasa, dirikan partai politik untuk bersaing dalam pemilu. Untuk menjatuhkan Presiden, silakan tunggu sampai tahun 2014. Ini prosedur demokrasi. Presiden bisa dijatuhkan di tengah jalan kalau ia benar-benar telah melanggar konstitusi atau mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang membahayakan kedaulatan negara, Pancasila, dan NKRI.

Di alam demokrasi selama 12 tahun terakhir sejak runtuhnya Orde Baru, kaum Muslim mendapat keuntungan besar. Mereka bisa mengaktualisasikan dirinya dan mengekspresikan aspirasinya secara terbuka, secara individu maupun partai politik yang tumbuh di mana-mana. Mulai dari kelompok konservatif radikal hingga kelompok liberal boleh hidup di negeri ini tanpa halangan apa pun.

Bahkan bisa mendeklarasikan Dewan Revolusi Islam yang berniat mengambil alih kekuasaan bila terjadi kekosongan pemerintahan. Semua ini tidak mungkin dilakukan pada zaman Orde Baru. Jadi, mempertahankan demokrasi berarti membela Islam dan kepentingan kaum Muslim.

Smith Alhadar
Sumber: www.faktapos.com

Tuesday, March 22, 2011

Anda Merasa Terwakilkan oleh DPR?

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2Am8XOqMjqxRSKLC18diD0RNhYdIHwa0L6vcD4j-w0HpVjQQAeYFPAUqOU7bFKKhodVfyNk3O8UE-o3uN6v8QtWU8EZezl4lETqtE5O6Cv326YCeOwkSqKamTphYQV0deTHG_3DRAgvx8/s1600/DPR+kalera.jpg

Sebagai masyarakat dan juga konstituen partai yang menghantarkan wakil rakyat ke parlemen, mungkin hampir sebagian besar msasyarakat merasakan belum terwakili oleh wakil rakyat. Berdasarkan survei terbaru yang dilakukan Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) yang menunjukkan, mayoritas masyarakat yang menjadi responden merasa tak terwakili oleh para wakilnya di gedung wakil rakyat.

Survey ini merupakan fakta nyata yang ada, dan bisa dijadikan bahan acuan untuk memperbaiki kinerja para wakil rakyat. Padahal predikat wakil rakyat ini bisa melekat pada anggota dewan, karena keberadaan mereka di parlemen mewakili rakyat sebagai konstituen partai, tapi pada kenyataannya mereka lebih loyal pada partai ketimbang konstituennya.

Apa yang menyebabkan masyarakat merasa tidak terwakilkan oleh anggota dewan, kenapa ada gap antara wakil rakyat dengan rakyat yang diwakilkan ? Inilah yang harus disadari para anggota dewan terhormat, mereka lebih merasa sebagai pejabat ketimbang sebagai wakilnya rakyat, sehingga aroma kekuasaan lebih melekat pada diri mereka.

Kalau saja wakil rakyat bisa bersinergi dengan rakyat yang diwakilkannya, tentu saja peran wakil rakyat sebagai pengontrol kebijakan pemerintah akan bisa lebih dimaksimalkan, tapi oleh karena wakil rakyat lebih menyatu dengan aroma kekuasaan, maka wakil rakyat berjarak dengan rakyat yang diwakilkannya. Jadi sangat wajar jika rakyat merasa tidak terwakili oleh wakil rakyat.

Survei dilakukan medio 13 Januari-7 Februari 2011 di Cilincing (Jakarta Utara), Tebet dan Pasar Minggu (Jakarta Selatan), dengan responden 564 orang.Dari 564 responden, sebesar 72 persen respon mengaku tidak ingat siapa wakilnya di parlemen saat ini, dan hanya 28 persen respon yang mengingat siapa wakilnya (Kompas.com).

Faktanya berdasarkan hasil survey tersebut diatas hampir sebagian besar masyarakat tidak mengenal siapa wakil rakyat yang mewakilinya. Inilah fakta kesenjangan antara wakil rakyat dan rakyat yang diwakilinya. Lantas bagaimana dengan Anda ? Apakah Anda merasa terwakili oleh wakil rakyat ?

Sumber: Kompas.com “Rakyat Merasa Tidak terwakili oleh DPR”

Ajinatha

kompasiana.com

Monday, March 21, 2011

Seharusnya NATO dan AS Menyerang Israel sebelum Libya

Akan menjadi simbol pembela tanah air di Libya
Akan menjadi simbol pembela tanah air di Libya

Rudal dan bom menghujani tanah Libya. Ratusan orang tak bersalah sudah meninggal akibat dari serangan yang dimotori oleh NATO, dan tentunya tidak bisa lepas dari peran serta Negara Pelopor Perang, Amerika Serikat. Puluhan kapan induk dan peralatan perang canggih berlabuh di perairan sekitar Libya dalam melaksanakan misi atas nama mandat dari Resolusi Dewan Keamanan PBB.

Sebenarnya sudah dipahami bahwa apapun keterlibatan NATO dan Amerika Serikat dalam sebuah percaturan internal sebuah negara, seringkali di luar wewenangnya. Apa yang terjadi di Irak dan Afghanistan menjadi pelajaran berharga, bahwa keterlibatan tentara asing tidak akan menyelesaikan masalah, dan kalaupun masalah itu selesai, akibat lain yang muncul adalah penguasaan terhadap sumber daya alam dan planning pangkalan militer di negara bersangkutan. Seandainya ada pihak yang tidak menyetujuinya, akan disebut sebagai musuh dalam selimut atau “teroris” yang harus dibumihanguskan.

Kekerasan Gadhafi mungkin tidak dapat ditolerir, baik dari sisi kemanusiaan maupun demokrasi, tetapi langkah penyerangan terhadap sebuah negara berdaulat oleh negara asing lebih tidak ditolerir, atas nama apapun, terkecuali sudah ada kegagalan perundingan tingkat tinggi.

Dipandang dari segi kekejaman Gadhafi, apakah sepadan jika dibandingkan dengan kekejaman rezim Israil, serta tentara NATO dan AS sendiri di Irak dan Afghanistan?. Sangat jauh kondisinya. Seharusnya Israil menjadi sasaran pertama dalam mandate Resolusi Dewan Keamanan PBB, sebab apapun alasan dan kondisi di permukaan, Israil lebih kejam dan tidak berperikemanusiaan dibandingkan Gadhafi.

Pemberitaan seakan lumat ketika pembahasan mengenai kekejaman Israil dan NATO. Meja pertimbangan menjadi cenderung dan berbelok untuk memutuskan bahwa Israil dan NATO tidak terlibat dalam kejahatan perang apapun. Inilah ketimpangan yang harusnya disadari oleh masyarakat dunia, bahwa yang lebih membahayakan bagi perdamaian dunia ternyata ada di tubuh Dewan Keamanan PBB sendiri. Mungkin dunia internasional sudah memahaminya, tetapi kondisi psikologis dan semangat lemah diliputi ketakutan melawan sebuah hegemoni Amerika Serikat dan NATO, ternyata lebih besar dengan mengorbankan jutaan rakyat yang tidak berdosa.

Yang lebih menyedihkan adalah apa yang diputuskan oleh Liga Arab, di mana sedikit memberi lampu hijau bagi tentara asing untuk menduduki wilayah Arab, dengan agenda perang yang pasti akan berkepanjangan.

Di tengah percaturan politik timur tengah yang kian carut marut, terutama di Libya, terbit sebuah harapan tumbuhnya masyarakat demokratis di mana rakyatnya bisa menentukan pemimpin dan pemerintahannya sendiri. Tetapi dengan keterlibatan NATO dan AS dalam sejarah perubahan dan reformasi Libya, memberi angin badai yang akan meruntuhkan perdamaian dan proses transformasi tersebut. 

Di sadari atau tidak, demokrasi yang akan tumbuh di Libya di suatu saat Gadhafi tumbang, juga akan disebut sebagai ancaman bagi Israil dan sekutunya di forum PBB, sebab dapat dipastikan bahwa reformasi itu justru akan menciptakan daya sentiment anti-Israil, yang ini bagi NATO dan AS akan menjadi sasaran baru dalam agenda perang-perang baru yang dikobarkan Amerika Serikat dan NATO.

Di balik semua persetujuan terhadap serangan ke Libya, berikut ini beberapa pemimpin dunia yang menentang penyerangan ke Libya :
  1. Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, “Itu resolusi rusak dan cacat”. Menurut Putin, resolusi yang diterapkan Dewan Keamanan PBB, Kamis pekan lalu, itu memungkinkan terjadinya segala hal. “Itu menyerupai panggilan abad pertengahan untuk Perang Salib,” kata Putin.
  2. Pemerintah China. Koran resmi pemerintah Cina, People’s Daily, jelas-jelas menunjukkan penentangan Beijing atas intervensi Amerika dan sekutunya. Tajuk rencana koran itu menyatakan negara-negara yang mendukung serangan ke Libya melanggar peraturan internasional dan menebarkan gejolak baru di Timur Tengah.
  3. Pemimpin Kuba, mengutuk keras dua gelombang pengeboman oleh pasukan sekutu itu. Kementerian Luar Negeri Kuba menuduh negara Barat bertanggung jawab atas terciptanya kondisi yang mendukung agresi militer tersebut. “Itu manipulasi bersama atas Piagam PBB dan kewenangan Dewan Keamanan PBB,” kata juru bicara pemerintah Kuba, seperti dikutip kantor berita Cina, Xinhua.
  4. Pemerintah Jerman juga menentang keras serangan udara ke Libya. Jerman tidak percaya bahwa serangan udara akan berhasil menyelamatkan warga sipil dan melumpuhkan tentara Qadhafi. “Kami menghitung risikonya,” kata Guido Westerwelle mewakili Jerman dalam pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa. Dalam pemungutan suara atas resolusi PBB soal larangan terbang di Libya pekan lalu, Jerman memilih abstain bersama Cina, Rusia, India, dan Brasil. Berbeda dengan Inggris dan Prancis yang aktif menggempur Libya, Jerman memilih bergabung dengan negara Uni Eropa lain yang menginginkan sanksi lebih berat untuk pemerintah Libya. Menurut Jerman, hukuman buat pemerintah Qadhafi lebih baik dijatuhkan melalui sanksi yang lebih luas di bidang ekonomi dan keuangan. Selain itu, semua sanksi harus berfokus pada upaya mengakhiri pemerintahan tiran di Libya yang telah berumur 41 tahun.
  5. Akhir pekan lalu, Liga Arab pun mempertanyakan aksi pengeboman udara Libya yang bisa membunuh banyak warga sipil itu. Namun pemimpin Liga Arab, Amr Moussa, kemarin mengatakan Liga menghormati resolusi PBB, sepanjang tujuannya untuk melindungi warga sipil. Liga Arab masih member lampu hijau bagi penyerangan ke Libya.

Apapun bentuk dan latar belakangnya, penyerangan oleh tentara asing, termasuk NATO dan AS, ke sebuah Negara berdaulat seperti di Libya, adalah sebuah bentuk penjajahan, dengan apapun alasannya tetap pada kedudukannya sebagai penjajah yang harus diusir dari bumi tanah air.

Muhibbuddin Al Insaniyah


Sumber: kompasiana.com